5 Oktober 2010
Potret perburuhan di Jawa Tengah dalam triwulan ke-3 tahun 2010 tetap memprihatinkan. Masih banyak aksi-aksi buruh yang menuntut perbaikan. Dari data yang dihimpun Yayasan Wahyu Sosial menunjukkan aksi buruh terbanyak masih ada di Kota Semarang yakni sebanyak 15 aksi, frekuensinya mengalami kenaikan 1 aksi dibanding triwulan ke-2 tahun 2010.
“Tetapi kalau dilihat dari jumlah massa yang terlibat mengalami kenaikan 206 dari 8.825 menjadi 9031. Sektor yang paling banyak melakukan aksi adalah transportasi sebanyak lima kali dan disusul dengan tuntutan atas upah, THR dan tuntutan perubahan UU Jaminan Sosial,” ungkap Ketua Divisi Kajian dan Informasi Yayasan Wahyu Sosial Semarang, Siti Qomariyah dalam rilisnya yang diterima berita21.com, Selasa (5/10).
Peringkat kedua, lanjutnya, diduduki Kabupaten Karanganyar, sebanyak 8 kali aksi. Jumlah massa yang mengikuti aksi demo sekitar 1646 orang. Peringkat ke-3 adalah Kudus yang hanya melakukan aksi sebanyak 7 kali dengan jumlah massa sekitar 8069 dan didominasi buruh rokok.
“Peringkat berikutnya adalah Kabupaten Tegal sebanyak 7 aksi dengan melibatkan 1415 massa. Sedangkan hasil monitoring kami tentang Kota Solo mengalami penurunan secara drastis. Dulu 10 kali aksi dengan melibatkan massa sebanyak 1.842 namun dalam triwulan ini hanya 5 kali aksi dengan jumlah massa 185,” jelasnya.
Rekap Data Per Kota
No Kota Frekuensi Massa
1 Semarang 15 9031
2 Kudus 7 8069
3 Karanganyar 8 1646
4 Temanggung 2 1500
5 Purworejo 1 1500
6 Kab Tegal 7 1415
7 Pekalongan 6 491
8 Jepara 2 466
9 Wonogiri 4 450
10 Kendal 1 300
11 Pemalang 2 237
12 Brebes 3 200
13 Solo 5 185
14 Boyolali 3 103
15 Magelang 4 102
16 Batang 1 99
17 Kab Pekalongan 2 85
18 Purbalingga 2 86
19 Kebumen 1 40
20 Sragen 2 35
21 Salatiga 1 18
22 Sukoharjo 1 15
23 Wonosobo 1 5
Jumlah 80 26078
Liputan:Mim/B21
Senin, 18 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar